Langsung ke konten utama

The beauty of the Mosque

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Di Indonesia sendiri tak susah untuk menemukan tempat ibadah tersebut, karena mayoritas penduduknya yang beragama Islam. Dengan alasan tersebut menjadikan masjid sebagai salah satu tempat ibadah yang wajib ada dan harus dibangun di setiap kota, kecamatan dan bahkan desa di seluruh Indonesia (tentu saja tanpa mengesampingkan tempat ibadah yang lain untuk umat yang beragama non muslim). 

Indonesia juga memiliki pulau yang mendapat julukan pulau seribu masjid, yaitu Lombok. Bukan hanya mendapat julukan tersebut, Lombok juga merupakan salah satu destinasi terfavorit yang terkenal akan wisata halalnya. Menakjubkan sekali.

Aku berharap suatu saat bisa menginjakkan kaki di Lombok dan bertemu dengan salah satu perempuan hebat yang aku lihat dalam video singkat yang berjudul "all about me" di salah satu channel youtube. Teringat kalimat yang dia katakan dalam video tersebut "saya adalah produk pendidikan orang tua yang menitikberatkan pada Al-Qur'an" MasyaAllah. Dia juga yang membuatku ikut kagum dengan salah satu tokoh Islam pembebas konstantinopel, yaitu Sultan Al Fatih. Salah satu sultan yang "menjalin cinta kasih tanpa melukai siapapun" (dialog yang diucapkan raline shah saat memerankan tokoh fatma dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa) di konstantinopel pada masanya. Beliau juga merupakan salah satu sultan muslim yang sangat menjunjung tinggi sifat toleransi. Lebih istimewa lagi sebelum beliau lahir, Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan sebuah hadits "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad). Pemimpin yang dimaksud dalam hadits tersebut tak lain adalah Sultan Al Fatih. MasyaAllah

Eits, intronya sampai disini saja ya. 

Kita lanjut ke sepenggal kisah yang membuatku tersadar betapa masjid bukan hanya cantik dan indah karena kemegahan bangunannya saja, tapi lebih dari itu.

Kisah ini aku alami pada bulan Desember tahun 2020.

Siang itu sepulang dari toko buku aku mampir ke masjid kota untuk ikut salat dzuhur berjamaah. Terdengar Muazin mengumandangkan iqamah, tanda salat berjamaah akan dimulai. Aku berdiri dan merapikan mukena. Kemudian pandanganku teralihkan melihat anak-anak, remaja, orang dewasa, dan lansia laki-laki berlari mencari shaf yang masih kosong atau membuat shaf baru. Tiba-tiba dalam benakku terbesit sebuah kalimat "Inilah bukti semua hamba memiliki derajat yang sama dalam pandangan Allah SWT. Saat semua datang untuk menunaikan shalat berjamaah di masjid tak ada yang peduli dengan siapa dia akan membuat shaf. Entah dengan anak-anak, remaja, orang dewasa, atau lansia. Dan bahkan ASN, pegawai swasta, wiraswasta, buruh, petani, kuli, tukang sapu jalan, siswa, mahasiswa, tukang kebun, marbot masjid, pedagang, pengangguran semua bisa berdiri melaksanakan salat dalam satu shaf yang sama. Mereka yang hampir tertinggalpun tak peduli akan berdiri di shaf dengan orang usia berapa dan berprofesi sebagai apa, hanya terfokuskan untuk mencari shaf kosong atau membuat shaf baru. "

Tak terasa tiba-tiba mataku terasa seperti berair melihat salah satu kebesaran sang Pencipta yang ditunjukkan kepadaku. Hampir saja air mataku berlinang, tapi aku memilih untuk menghela nafas agar air mataku tak terbendung semakin deras. Lalu kuputuskan untuk segera membaca niat salat dzuhur menyusul imam yang sudah membaca takbir.

Selesai salat berjamaah aku memandang keluar masjid, kulihat sinar matahari tak seterik pukul 12.00 siang seperti biasanya. Akhirnya kuputuskan untuk segera pulang ke rumah sebelum hujan turun.

Selang beberapa hari fikiranku masih belum bisa melupakan kejadian tersebut, lalu aku tersadarkan lagi akan satu hal "Masjid juga dibangun dengan megah, tapi kita yang datang ke majid tak perlu menyiapkan budget khusus untuk bisa masuk dan beribadah. Kita yang tak punya uang, tidak membawa uang, lupa membawa uang, hanya mempunyai selembar uang/sebuah koin, atau bahkan punya berlembar-lembar uang semua memiliki hak sama untuk diterima, masuk dan beribadah di masjid. Tak seperti saat berkunjung ke wahana wisata, dibangun megah tapi hanya orang dengan budget tertentu yang bisa masuk dan menikmatinya."

Hari itu menjadi hari yang sangat menakjubkan untukku. Aku yang hanya berniat mampir ikut salat berjamaah tapi malah mendapatkan pelajaran yang sangat luar biasa dari Allah SWT.

"Segala puji bagi Allah SWT Tuhan seluruh alam"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My First Post

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hallo teman-teman, selamat datang di blog baruku. Di postingan pertama kali ini aku ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Langsung saja ya... Namaku Ambika, aku seorang muslim dan aku baru saja menamatkan pendidikan pada jenjang S1 di salah satu universitas yang berlokasi di pulau Madura. Ketertarikanku membaca pengalaman orang lain yang dituangkan lewat tulisan-tulisan dalam blog, membuatku tertarik untuk mencoba menjadi blogger. Jadi, di blog ini aku akan berbagi pengalaman singkat yang pernah aku alami, dengan harapan bisa bermanfaat bagi kita semua. Cukup sampai disini mungkin perkenalannya. Mohon maaf bila ada salah kata. Buat teman-teman dan juga senior blogger mohon dukungannya ya. Terutama kritik maupun saran yang membantu lebih baik untuk kedepannya. So tungguin postingan aku selanjutnya Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pelajaran dari Perjalanan Hidup

Kulihat langit biru di H+2 idul fitri 1443 H terhampar luas pagi ini, tak ada lembaran awan putih yang menutupinya. Matahari yang sudah terbit sedari pukul 05.34 juga sudah menampakkan sinarnya dengan sangat sempurna. Terik, tapi tak menyengat. Aku yang saat itu berdiri di halaman rumah tersenyum mengingat suatu hal. Suatu peristiwa yang tak pernah terpikirkan akan menjadi bagian dari perjalanan hidupku. "Meskipun begitu aku yakin itu adalah ketetapan yang terbaik dari Allah SWT", gumamku dalam hati.  Teringat peristiwa dimasa lalu mengingatkanku dengan tulisan yang sudah lama mangkir di draft postingan blog pribadi. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk melanjutkan tulisanku yang belum selesai di hari itu, sembari bersillaturrahmi dengan kerabat yang berkunjung ke rumah.   Ooo iya, sebelumnya aku juga mengucapkan selamat hari raya idul fitri untuk kalian semua yaaa. Mohon maaf lahir batin untuk semua khilaf yang disengaja ataupun tidak disengaja. 🙏🙏 ....... Bicara tentang...

Cerita Siang sampai Sore

Siang itu selepas salam salat dzuhur mataku terasa berat. Kuputuskan untuk langsung tidur diatas sajadah dengan masih mengenakan mukena dan hati yang bergumam "ga usah dzikir dan doa ah nanti pas salat ashar kan masih bisa.  Akupun tertidur. ... Pukul 14.30 adzan ashar berkumandang, aku yang masih mengerjakan tugas memilih untuk menunda salatku, karena sebentar lagi tugas tersebut akan terselesaikan.  Tiba-tiba ada suara anak kecil memanggilku dan mengatakan "Mbak disuruh ke rumah sama ibuk, suruh bantuin anter makanan", kujawab "Iya, tapi aku masih mau mandi dulu. Terdengar dia menjawab "Gapapa, ditungguin". ... Tugasku sudah selesai dan aku segera ke kamar mandi. Selesai mandi aku bergegas untuk salat ashar. Sembari memakai mukena hatiku bergumam "aku sudah ditungguin, kalau aku selesai salat masih dzikir dan doa pasti kelamaan dan nanti kesorean".  Aku segera melaksanakan salat ashar. Dan selepas salat aku meninggalkan dzikirku, hanya menyempa...